Ada pekat yang tak terungkap
Menyelubungi jiwa, senyap…
Ada sejuta sinar
Menerka pun tak bisa
Kerana lautan jiwa
Tersekat dangkalnya erosi
Pertanda,,,
Anak hawa tertancap luka
Luka berkepanjangan
Tak satupun bertaut
Dalam raut muka
Sang hawa
Hati terlukis benci
Mengukir reaksi interaksi
26 Februari 2009
25 Februari 2009
Bahasa Cinta
Kahlil Gibran**
Bila cinta memanggilmu, turutilah bersamanya
Kendati jalan yang yang mesti engkau lalui sangat keras dan terjal
Ketika sayap-sayapnya merangkulmu, maka berserah dirilah padanya
Sekalipun pedang-pedang yang bersemayam dibalik sayap-sayap itu barang kali akan melukaimu
Ketika ia bertutur kepadamu, maka percayalah padanya
Walaupun suaranya akan memporandakan mimpi-mimpimu laksana angina utara yang meluluh-lantakkan tetaman
Cinta akan memahkotai dan menyalibmu
menyuburkan dan mematikanmu
Membumbungmu terbang tingggi, mengelus pucuk-pucuk rerantinganmu yang lentik dan menerbangkanmu ke wajah matahari
Namun cinta juga akan mencekik dan menguruk-uruk akarmu sampai tercabut dari perut bumi
Cinta melakukan semua itu hanya untukmu sampai engkau berhasil menguak rahasia hatimu sendiri
Agar dalam pengertianmu itu engkau sanggup menjadi bagian dari kehidupan
jangan sekali-kali engkau ijinkan ketakutan bersemayam di hatimu
Supaya engkau tidak memperbudak cinta hanya demi meraup kesenangan
Sebab memang akan jauh lebih mulya bagimu,karena cinta tak akan pernah menganugrahkan apapun kecuali wujudnya sendiri
dan tidak sekali-kali menuntut apapun kecuali wujudnya sendiri itu pula
Cinta tidak pernah menguasai dan tidak pernah dikuasai
lantaran cinta terlahir hanya demi cinta
Cinta tidak pernah mengambisikan apapun kecuali pemuasan dirinya sendiri.
Bila cinta memanggilmu, turutilah bersamanya
Kendati jalan yang yang mesti engkau lalui sangat keras dan terjal
Ketika sayap-sayapnya merangkulmu, maka berserah dirilah padanya
Sekalipun pedang-pedang yang bersemayam dibalik sayap-sayap itu barang kali akan melukaimu
Ketika ia bertutur kepadamu, maka percayalah padanya
Walaupun suaranya akan memporandakan mimpi-mimpimu laksana angina utara yang meluluh-lantakkan tetaman
Cinta akan memahkotai dan menyalibmu
menyuburkan dan mematikanmu
Membumbungmu terbang tingggi, mengelus pucuk-pucuk rerantinganmu yang lentik dan menerbangkanmu ke wajah matahari
Namun cinta juga akan mencekik dan menguruk-uruk akarmu sampai tercabut dari perut bumi
Cinta melakukan semua itu hanya untukmu sampai engkau berhasil menguak rahasia hatimu sendiri
Agar dalam pengertianmu itu engkau sanggup menjadi bagian dari kehidupan
jangan sekali-kali engkau ijinkan ketakutan bersemayam di hatimu
Supaya engkau tidak memperbudak cinta hanya demi meraup kesenangan
Sebab memang akan jauh lebih mulya bagimu,karena cinta tak akan pernah menganugrahkan apapun kecuali wujudnya sendiri
dan tidak sekali-kali menuntut apapun kecuali wujudnya sendiri itu pula
Cinta tidak pernah menguasai dan tidak pernah dikuasai
lantaran cinta terlahir hanya demi cinta
Cinta tidak pernah mengambisikan apapun kecuali pemuasan dirinya sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)